Selasa, 29 Maret 2016

Manfaat Donor Darah

Manfaat Donor Darah Bagi Kesehatan Secara Rutin





Apakah Anda tahu bahwa manfaat donor darah ternyata bukan hanya pada penerima donor darah tersebut, tetapi pendonor juga memiliki banyak manfaat. Tidak hanya orang yang membutuhkan donor darah saja, tetapi bagi orang yang mendonorkan darahnya banyak manfaat yang diperoleh. Oleh sebab itu, banyak orang yang selalu rutin mendonorkan darahnya demi menolong orang dan mendapatkan manfaat yang diperoleh. Manfaat mendonorkan darah untuk kesehatan sangat banyak, terutama jika Anda mendonorkan darah secara rutin dan berkala. Manfaat Donor Darah Bagi Kesehatan manfaat-donor-darah-bagi-kesehatan-tubuh-wanita Mendonorkan darah bukan hanya bukti bahwa Anda peduli terhadap sesama, tetapi mendonorkan darah adalah upaya Anda untuk hidup sehat. Bagaimana tidak? Berikut ini adalah manfaat donor darah bagi kesehatan Anda: – Menurunkan berat badan – Melindungi jantung – Meningkatkan sel darah merah – Mencegah stroke – Meningkatkan kesehatan psikologis – Memperbarui sel darah baru – Mencegah resiko terkena penyakit langka – Menurunkan resiko kanker – Meningkatkan produksi darah – Pikiran menjadi lebih stabil – Menurunkan kolesterol Manfaat Donor Darah Bagi Tubuh Itulah manfaat donor darah bagi tubuh sang pendonor, donor darah ini bagaikan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Tetapi selain baik untuk kesehatan, bagi wanita yang mendonorkan darahnya secara rutin ternyata juga baik untuk kecantikan. Merawat wajah dan tubuh tidak harus dengan menjalani perawatan mahal di salon, tetapi donor darah sebagai kegiatan sosial juga dapat merawat kecantikan Anda. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, donor darah yang dilakukan secara rutin dapat menurunkan berat badan. Manfaat donor darah untuk kecantikan ini dapat membantu Anda dalam memperoleh bentuk tubuh ideal. Bagi Anda yang ingin memiliki berat tubuh ideal dan kulit kencang, maka mendonorkan darah Anda secara rutin dapat membantu Anda mewujudkan keinginan Anda. Dengan mendonorkan darah secara rutin, bukan hanya berat badan menurun tetapi pikiran Anda juga menjadi lebih stabil. Dengan begitu, segala kegiatan yang Anda lakukan lebih fokus dan membuat semua berjalan dengan lancar. Manfaat Donor Darah Bagi Wanita Stres adalah salah satu pemicu penuaan dini, jika Anda dapat menjaga pikiran Anda, maka dengan donor darah ini Anda dapat menjaga kulit Anda agar tidak mudah keriput. Manfaat donor darah bagi wanita ini telah banyak dibuktikan. Selain sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama manusia, ternyata donor darah juga dapat memberikan manfaat lebih yang sangat mengejutkan. Itulah kenapa banyak orang yang mendonorkan darahnya secara rutin, mendonorkan darah Anda berarti Anda menolong 3 nyawa. Sedangkan jika Anda menolong seseorang berarti Anda juga menolong semua orang, berbuat baik terhadap orang yang membutuhkan adalah hal yang mulia. Tetapi dibalik semua itu, ternyata donor darah juga bermanfaat bagi kesehatan dan kecantikan bagi sang pendonor. Demikian yang dapat disampaikan, semoga sedikit ulasan mengenai manfaat donor darah dapat menambah wawasan Anda dan segera donorkan darah Anda.

Senin, 28 Maret 2016

Berkarya dan Membangun Sepenuh Hati

Jangan bertanya ini tugas dan tanggung jawab siapa ? Tetapi mari kita kerjakan apa yang bisa kita kerjakan.

 

Minggu, 20 Maret 2016

Menentukan PRIORITAS

Silahkan anda Pilih! Brian Dyson, mantan CEO Coca Cola, pernah menyampaikan pidato yg sangat menarik. Katanya, "Bayangkan hidup itu seperti pemain akrobat dengan 5 bola di udara. Kita bisa menamai bola-bola itu dengan sebutan: 1. Pekerjaan 2. Keluarga 3. Kesehatan 4. Sahabat 5. Semangat Kita harus menjaga semua bola itu tetap di udara dan jangan sampai ada yg terjatuh. Kalaupun situasi mengharuskan Anda melepaskan salah satu di antara 5 bola tersebut lepaskanlah "Pekerjaan" karena pekerjaan adalah BOLA KARET. Pada saat Anda menjatuhkannya, suatu saat ia akan melambung kembali. Namun 4 bola lain seperti Keluarga, Kesehatan, Sahabat, dan Semangat adalah BOLA KACA. Jika Anda menjatuhkannya, akibatnya bisa sangat fatal!" Kemudian, Dyson mencoba mengajak kita hidup secara seimbang. Pada kenyataannya, kita terlalu menjaga pekerjaan (bola karet). Bahkan kita mengorbankan keluarga, kesehatan, sahabat, dan semangat demi menyelamatkan bola karet tersebut. Contohnya: - Demi uang atau pekerjaan, kita mengabaikan keluarga. - Demi meraih sukses dalam pekerjaan, kita tidak memperhatikan kesehatan. - Demi uang atau pekerjaan, kita rela menghancurkan hubungan dengan sahabat baik. Bukan berarti pekerjaan tidak penting! BUKAN! Tapi jangan sampai uang atau pekerjaan menjadi "berhala" dalam hidup kita. Ingat, kalaupun kita kehilangan, uang selalu bisa dicari lagi. Tapi jika keluarga sudah "terjual", kemana kita bisa membelinya lagi? Apakah kita bisa membeli sahabat? Apakah kesehatan kita bisa kembali normal, jika kita terkena penyakit kritis? Mari jaga agar prioritas hidup kita tetap seimbang! Keep spirit & be success!! Bila Anda dalam situasi itu maka pilihlah yang terbaik! Jadi mau pilih yang mana ?

Selasa, 15 Maret 2016

Yang Terbaik Akan Datang

Seorang Wanita Yang Suaminya Pengangguran Membagikan Kisah Penantiannya… Saya ingin berbagi satu cerita yang indah dengan Anda. Saya bertemu Yane Pe Benito ketika saya memberi khotbah di perusahaannya. Yane adalah seorang wanita yang menyenangkan yang memiliki kisah yang mengagumkan untuk diceritakan, saya memutuskan untuk menceritakannya pada dunia. Dua tahun lalu, suami Yane, Beni, tanpa peringatan, kehilangan pekerjaannya. Hal ini menyebabkan rasa sakit dua kali lipat karena pekerjaannya sebenarnya sangat menjanjikan. Selama 6 tahun, Beni sangat menikmati pekerjaannya di sebuah perusahaan distribusi multinasional untuk produk perawatan kulit. Namun karena perubahan struktur organisasi yang terjadi dalam perusahaan tersebut (yang sering terjadi di banyak perusahaan belakangan ini), ia di-PHK. Yane memutuskan untuk memberitahu berita menyedihkan itu pada kedua anaknya yang masih kecil, Gabriel (6 tahun) dan Marga (4 tahun). Ia memilih dengan hati-hati kata-kata yang akan dipakai untuk menjelaskan hal tersebut. "Anak-anak, kita harus menjaga lebih baik barang-barang kita…dan tidak memboroskan uang kita karena…ayah tidak punya pekerjaan lagi." Gabriel kecil berkata, "Maksud ibu, ayah dipecat?" Yane terkejut mendengar kata-kata yang kasar tersebut. "Di mana kamu belajar tentang kata itu?!" Puteranya menjawab tanpa berbelit-belit, "Dari Peter Parker – Spiderman." Tapi ya, PHK hanya merupakan kata yang lebih baik dari "Keluar, kami tidak lagi membutuhkanmu di sini." Kehilangan pekerjaan adalah selalu menyakitkan, sekalipun jika dibarengi dengan "pesangon". Di satu sisi Yane bersyukur atas "rejeki nomplok" itu, tapi di sisi lain Yane kuatir, menebak-nebak berapa lama keluarga mereka akan hidup dengan bergantung pada pesangon itu. Beberapa bulan pertama semua berjalan baik; Beni menerima rata-rata dua panggilan interview setiap minggu. Namun beberapa bulan menjadi setahun – dan terus berlanjut, panggilan interview semakin sedikit dan jarang. Selama hampir dua tahun suaminya menganggur, Yane melalui kegelisahannya sendiri. Sebagai seorang ibu dari dua anak usia sekolah, ia melihat tabungan mereka yang semakin menipis. (Sebagai ukuran, ia pindah dari pekerjaan yang sudah ditekuninya selama 8 tahun, ke pekerjaan yang lebih tinggi bayarannya.) Tapi di samping dana yang semakin berkurang, ia juga kuatir akan harga diri Beni. Bukan karena Beni tidak mencoba; namun kelihatannya memang tidak banyak kesempatan kerja bagi pria berumur dengan latar belakang dan pengalaman seperti yang dimiliki Beni. Sebenarnya ada dua pekerjaan yang ia terima, tapi keduanya hanya bertahan sebentar. Sebut saja sebuah konflik kepribadian atau ketidak-cocokan, tapi Beni tidak dapat melihat dirinya bekerja lama di sana. Dengan marah, Beni akan keluar lagi. Dan pernikahan mereka pun mengalami kesulitan, karena sekarang Yanelah yang memberi penghasilan bagi keluarga. "Akankah ego suami saya bertahan selama ini?" ia terus dan terus bertanya pada dirinya sendiri. Semakin waktu berlalu, ia semakin dan semakin kuatir akan Beni. Yane mulai bertanya pada Tuhan, "Tuhan, saya tidak mengerti apa lagi yang Engkau sedang ajarkan pada kami! Bagaimana lagi kami harus berdoa? Apa lagi yang harus kami doakan?" Itulah saat ketika Yane menyadari bahwa doa mereka harus lebih spesifik. Maka ia mengumpulkan kedua anaknya dan berkata, "Mari berdoa bagi ayah, agar ia dapat menemukan suatu pekerjaan yang baik dengan seorang atasan yang baik – seseorang yang seperti atasannya di perusahaan yang dulu." Dan itu menjadi doa spesifik keluarga tersebut. "Tuhan, tolong ayah untuk mendapatkan seorang atasan yang baik seperti atasannya dulu, dalam nama Yesus." Suatu hari, sekitar setahun lalu dari hari ini, Yane pulang dari kerja dan melihat kedua anak dan suaminya sedang berdempetan sambil membungkuk. "Ada apa ini?" tanyanya. Ia mendengar anak-anaknya berbisik dengan gembiranya, "Tunjukkan pada ibu sekarang!" Beni menyodorkan sebuah amplop coklat padanya. Yane pikir itu adalah sesuatu dari sekolah anak-anak. Tapi bukan. Dengan perlahan ia menarik keluar secarik kertas dari amplop itu, ia membaca nama perusahaan…kemudian jabatan suaminya…dan gajinya… Sampai di sini, ia mengangguk puas. Namun ketika ia sampai ke bagian bawah kertas tersebut, ia kaget setengah mati. Karena ada sebuah tanda tangan. Tanda tangan milik atasan favorit Beni! Diiringi tatapan heran anak-anaknya, Yane mulai menangis dan tertawa pada saat yang bersamaan. Ia sangat sulit untuk mempercayai ini! Seperti seorang anak, ia melompat-lompat kesenangan, dan disambut gembira oleh kedua anaknya yang ikut melompat dan tertawa bersamanya. Gabriel bertanya pada ibunya, "Ibu, mengapa engkau menangis dan tertawa pada saat yang bersamaan?" Yane melihat kesempatan bagus untuk menjelaskan, "Ibu menangis karena ibu begitu bahagia. Ingatkah bagaimana kamu berdoa untuk seorang atasan yang baik bagi ayah? Lihatlah nama ini," ia menunjuk kertas yang masih ia pegang. "Kita hanya meminta seorang atasan yang seperti atasan ayah yang dulu. Tapi, Tuhan memberi ayah seorang atasan yang persis sama! Ia menjawab doa-doa kita!" Saat itulah Gabriel mulai menangis. "Mengapa kamu menangis?" tanya Yane. "Karena aku juga sangat bahagia," kata anak laki kecil itu, dan seluruh keluarga saling berpelukan.

Selasa, 01 Maret 2016

Tidak Menunda Berbuat Baik

Berbuat baik kepada siapapun dan apapun di dunia ini mendatangkan kedamaian dan kebahagiaan ke dalam hati. “Your own soul is nourished when you are kind; it is destroyed when you are cruel. – hatimu akan berbunga ketika Anda berbaik hati; tetapi kebahagiaan itu akan lenyap ketika Anda berbuat jahat,” kata King Solomon. Sebaliknya, kejahatan hanya mendatangkan kecemasan, kesedihan dan rasa tidak nyaman lainnya. Berikut ini kisah tentang seorang pria peruh baya yang cukup sukses berbisnis bahan-bahan kebutuhan pokok. Setiap hari ia selalu mendapatkan omset penjualan sangat besar. Tetapi ia mempunyai sifat sombong, menang sendiri dan tidak segan mencelakai orang lain jika berselisih paham atau bersaing dagang dengannya. Hal itu membuat pria tersebut ditakuti sekaligus dibenci orang. Suatu saat ia mendatangi seorang peramal untuk menerka seberapa besar keberuntungan yang akan ia peroleh di tahun-tahun berikutnya. Tetapi peramal tersebut justru mengungkapkan bahwa pria itu tidak akan dapat bertahan hidup lebih dari 47 tahun. Pria yang saat itu berusia 44 tahun sangat kesal mendengar ramalan itu, lalu pergi begitu saja. Tetapi dalam perjalanan pulang ia terus terngiang semua kata-kata yang dilontarkan oleh sang peramal. Ia menjadi tidak tenang, lalu mencoba menemui beberapa peramal lain yang tak kalah masyhur pada saat itu. Berbagai bentuk tehnik ramalan, mulai dari membaca garis tangan, fengsui, baguo, bazhi (ramalan waktu lahir), semuanya mengisyaratkan bahwa usia pria itu tak akan lebih dari 47 tahun. Meskipun sedih, ia berusaha menerima ‘kenyataan’ bahwa sisa hidupnya hanya 3 tahun lagi. Ia mulai bersiap-siap menjelang ‘kematian’. Berbagai bentuk kebaikan ia laksanakan, berharap dapat membawa amal baik sebanyak mungkin jika harus meninggal dalam waktu 3 tahun mendatang. Sejak saat itu ia rajin beramal, membantu orang miskin di sekitar rumahnya. Ia juga tidak segan membagikan harta bendanya untuk membantu teman-teman maupun kerabat jauh yang membutuhkan bantuan. Hampir semua orang yang pernah mengenal dirinya dulu merasa heran sekaligus senang atas perubahan drastis sikapnya itu. Masa berlalu dan usia pria itu sudah menginjak 47 tahun. Pria tersebut sudah dikenal sangat baik dan pemurah. Sedangkan bisnisnya sudah jauh lebih besar dibandingkan 3 tahun yang lalu. Anehnya sampai usianya merangkak masuk ke tahun 50, ramalan dari para peramal kesohor itu tak satupun terbukti. “Baiknya kamu datangi peramal-peramal itu. Obrak-abrik saja isi rumah mereka, karena mereka semua sudah berbohong padamu,” celetuk sahabat karibnya bernada kesal. “Ah, tidak perlu itu. Justru aku harus berterima kasih. Karena semua ramalan itu sudah membuatku lebih baik. Badanku terasa lebih segar, bisnisku lebih maju, pikiranku lebih ringan, dan sangat banyak orang yang baik padaku dibandingkan 3 tahun yang lalu. Hidupku lebih bahagia sekarang,” ucap pria itu tenang. Inti pesan dalam kisah itu mengajak kita berbuat baik kepada siapapun, apapun dan kapanpun. Lakukan kebaikan sesegera mungkin, selagi kita mampu. Berikut beberapa hal mengapa kita sebaiknya tidak menunda untuk berbuat baik. Kita tidak pernah dapat menebak apa yang akan terjadi 1 jam lagi, 2 jam lagi, dan seterusnya. “You and I can never do a kindness too soon, for we never know how soon it will be too late. – Saya dan Anda tak pernah dapat melakukan kebaikan terlalu cepat, karena kita tak pernah tahu bagaimana ukuran terlalu cepat atau terlambat,” Ralph Waldo Emerson. Jangan menunda bila Anda ingin berbuat baik, karena tanpa kita sadari penundaan itu membuat kita kehilangan kesempatan. Di masa datang sangat banyak kemungkinan terjadi, misalnya Anda sudah tidak sanggup melakukannya karena sakit, tua, bangkrut, dan lain sebagainya. Kapan lagi kita dapat menikmati kebahagiaan dan kedamaian itu, jika kita tidak berbuat kebaikan sedari sekarang? Kesempatan hidup kita sangat terbatas, sedangkan tanggung jawab yang harus kita kerjakan sangatlah banyak. Tak seorangpun mengetahui kapan kontrak hidup dengan Tuhan YME akan berakhir. Jika benar-benar habis masa kontrak usia kita tentu kesempatan untuk berbuat baik juga sudah hilang. Oleh sebab itu, segera gunakan kesempatan yang Anda miliki untuk berbuat baik dan jangan pernah menundanya lagi. Selain itu, tak satupun manusia di dunia ini yang sempurna. Semua manusia tidak luput dari dosa dan kesalahan, entah yang kita sadari atau tidak. Selayaknya kita mengimbangi dosa dan kesalahan tersebut dengan perbuatan positif. Kalau kita tidak segera berbuat baik, bisa jadi kita kembali melakukan kealpaan lagi atau justru terjerembab dalam lingkaran kesalahan. Berbuat kebaikan dengan penuh kesungguhan pasti menarik kebaikan pula kedalam kehidupan kita. Samuel Johnson mengatakan, “Kindness is in our power, even when fondness is not. – Kebaikan adalah kekuatan kita, sedangkan kesenangan itu bukan.” Dalam kisah di atas dikatakan bahwa pria paruh baya tersebut merasa badannya lebih sehat, hati lebih tentram, dan bisnisnya berkembang pesat setelah ia mengisi hari-harinya dengan perbuatan baik saja. Sangat banyak manfaat lainnya dari perbuatan baik kita. Semakin cepat kita memulai berbuat kebaikan, semakin cepat pula kita rasakan semua manfaat tersebut.